Thursday, March 10, 2011

International Travel-Fair Berlin

                                   
 

ekspresi para pengunjung yang sedang mencicipi Rendang Padang, 
they love it!

Wednesday, March 9, 2011

Live Report Dari International Travel-Fair Berlin

Begitu Rendang datang, stand kami langsung dipadati pengunjung
Pramugari Garuda Indonesia sedang membagikan icip-icip Rendang Padang

Foto-foto di atas tadi membuat penasaran ya? Saya saat ini sedang berada di Jerman, di acara pameran pariwisata terbesar yang disebut International Travel-Fair Berlin. Acara ini merupakan gagasan dari pengembangan industri bisnis travelling.



  
dengan Bapak Sapta Nirwandar, Dirjen Promosi Dept. Pariwisata di stand Budaya Pariwisata



Siap di stand Garuda Indonesia ITB BERLIN
Angel & Ratih para pramugari serta Yudi cook dari Bali

























Disini, kita bisa menemukan semua fasilitas yang diperlukan untuk melakukan travelling, seperti:  destinations, tour operators, booking systems, carriers, hotels and all other suppliers who want to embellish their customers' most beautiful weeks of the year. The thing is, ITB Berlin brightens your travel business. Kemudian salah satu acaranya adalah demo masak untuk para diplomat.

ini adalah stand Indonesia. beautiful isn't it?
Berikut ini adalah live report cuplikan video seorang berkebangsaan Jerman yang bolak-balik ke stand kami tiga kali hanya untuk icip-icip Rendang Padang. Karena di blogspot butuh waktu yang lama untuk meng-upload video, maka akan saya link ke twitter agar lebih mudah. 
Ini linknya : http://yfrog.com/6fymoz

Wednesday, March 2, 2011

Pohnpei Food kiriman dari Ecky Upritchard

Pisang Karat dengan kulitnya yang berwarna merah (tengah kanan)
 Ada 25 varietas pisang di dalam koleksi buah di Pohlangas serta 14 varietas tambahan di tempat lain di pulau tersebut. Karat (jenis dan satu pisang A), yang dikenal sebagai pisang yang memiliki daging kuning-oranye dan tandan yang tegak, telah tumbuh di Pohnpei selama berabad-abad. Buah ini sangat tinggi beta-karoten, provitamin A karotenoid yang dapat diubah di dalam tubuh menjadi vitamin A. Dan para penduduk kepulauan telah menjadikan makanan tradisional Karat sebagai sesuatu yang sangat berharga--termasuk untuk makanan tambahan bayi mereka, bersama dengan ASI setelah usia enam bulan. Selain itu pisang juga sering dibuat seperti chips/keripik tetapi rasanya asin, bukan manis seperti di Indonesia.

Silahkan kunjungi blognya Ecky di: http://cisayong-girl.blogspot.com/

Festival Masakan Indonesia di Perth 18-19 Februari 2011

[Saya, Pauline & Raj sedang bikin Sate Lilit]
[Alessio memasak Rendang Padang]
 Setiap saya mendapat penawaran untuk melakukan promosi festival masakan Indonesia di manca negara tidak pernah menurunkan minat saya berpartisipasi.

Atas prakarsa General Manager Garuda di Perth Pak Syahrul Tahir untuk acara masakan khas Indonesia di King Hotel dimana kebetulan General Managernya yang bernama Pak George Wenur adalah teman lama saya dari Surabaya, seorang hotelier tulen yang sangat professional serta istrinya Pauline, yang juga ikut aktif membantu kami di dapur bila diperlukan. Kendala utama untuk melakukan promosi masakan daerah Indonesia itu terbenturnya soal distribusi bahan-bahan segar yang tidak diperkenankan masuk ke Australia dikarenakan ketatnya peraturan karantina. Namun, jangan lengah dan membawa bahan-bahan pangan tanpa mengisi formulir keimigrasian.


[Rendang Padang kami]
Bahan yang matang seperti bumbu-bumbu biasanya tidak terlalu dipermasalahkan dan yang biasa dibawa adalah Bumbu Munik karena selama ini cukup memenuhi kualitas dan cita rasa masakan Indonesia. 


[Yudi & Raj memanggang Sate Lilit]
Kemudian, mempertimbangan kendala diatas, kiat berkomunikasi dengan pihak terkait harus sejak dini dilakukan. Berikut adalah hal-hal yang perlu ditanyakan kepada kepala juru masak:
- mengirim daftar bahan-bahan yang diperlukan agar sedini mungkin mengetahui bahan apa yang tidak ada.

- apakah akan menggunakan bahan segar atau yang dibekukan

- peralatan dapur, apakah ada alat untuk memanggang sate

- apakah ada juru masak yang dapat diperbantukan

- berapa hari event-nya dengan perkiraan jumlah pengunjung. 



[Raj sedang menyiapkan bumbu Rendang]
Setelah semua bahan sudah diperoleh, tema menu kali ini adalah Bali dan Yudi Yudiawan juru masak asli Bali adalah ahlinya. Menu yang mulai disusun mengacu pada pengadaan bahan serta situasi dan kondisi dapur. Karena apapun kendalanya harus kita hadapi teknis maupun non-teknis, dengan satu tujuan " Menyajikan Tradisi Citarasa Indonesia yg Otentik ". 


Setiba di hotel tanggal 16 Feb 2011 kemarin siang, Yudi langsung bertemu dengan Faizal, orang Indonesia yang merupakan juru masak kepala disana. Praktis semua bahan untuk memasak diimpor dari Thailand (ironisnya kok gak import dari Indonesia, padahal jarak Indonesia lebih dekat ke Australia dibanding Thailand hanya 3 jam dengan pesawat terbang) dan banyak juga yang frozen, seperti: jahe, daun jeruk, daun pandan, sereh, blimbing wuluh, daun kunyit.
Bagi Yudi yang baru pertama kali ke Australia, agak tercengang saat diberitahu bahwa di sana harga jahe segar A$36-40/kg yang berarti sekitar Rp. 350,000.- dan jangan harap dapat menggunakan bawang merah yang kecil, kita harus puas dengan bawang bombay merah. Di King Hotel, yang sangat menggembirakan adalah juru masak yang beragam asalnya, Raj gadis asal Punjab India, Sohel asal Bangladesh, Alessio dr Itali, ada yg dari Thai dan Malaysia semuanya ringan tangan untuk membantu Yudi dan Faizal, apalagi Pauline istri GM King Hotel dengan keterampilannya ikut turun tangan, dengan candanya yang pas Pauline membuat semua cook dan pelayan tambah semangat.



Jajanan Pasar yang kami buat

Drg. Helny 9 tahun tinggal di Perth, beliau berasal Pasuruan ahli masak, menata bunga dan jajanan
Pak George & Pauline istrinya yang membantu kami di dapur.






Saya & Yudi di Stand Garuda Indonesia di Perth


Semoga tahun depan bisa membawa masakan khas daerah lainnya. Mungkin Aceh!