Friday, July 1, 2011

Pasar Lama Tangerang

Pasar tradisional. Konon, geliat ekonomi sebuah kota dan negara dapat terdeskripsikan dengan begitu jelas disini. Karena seberapa besarnya omset sebuah pasar dapat dilihat dari besar pasar tersebut serta keramaian yang ada di dalamnya. Jika Pasar swalayan menjual barang-barang yang sama dimana pun juga, yang membuat orang tetap datang ke pasar tradisional adalah karena tiap pasar menjual barang yang menjadi ciri khas daerah dimana pasar tersebut berada. 

Pasar Lama Tangerang adalah pasar tradisional tertua yang pernah ada dan merupakan cikal bakal kota Tangerang. Di dalam Pasar Lama terdapat Klenteng Boen Tek Bio yang dibangun oleh penduduk Tionghoa pertama yang berasal dari daerah Teluk Naga, datang melalui jalur Sungai Cisadane yang berada persis di pinggiran pasar ini. Kelenteng di Pasar Lama merupakan tempat ibadah umat Kong Hu Cu, Budha, dan Tao yang tertua di Tangerang. Kelenteng yang didirikan pada Tahun 1684 ini dinamakan Klenteng Boen Tek Bio yang artinya kebajikan setinggi gunung dan sedalam lautan. Sepintas agak sulit membayangkan posisi gunung dan laut di Kota Tangerang. Namun ternyata, bila dilihat dari skala kota, terdapat dua klenteng lain di bagian Utara dan Selatan Kota Tangerang. Kedua klenteng tersebut adalah Klenteng Boen San Bio (dibangun Tahun 1689) di kawasan Pasar Baru yang melambangkan gunung dan Klenteng Boen Hay Bio (dibangun Tahun 1694) di daerah Serpong yang melambangkan laut (di posting berikutnya saya akan bercerita tentang kelenteng ini).

Permukiman Pasar Lama merupakan 1 dari 4 situs selain pemukiman keramat Pe Peh Cun, makam (tanah gocap dan tanah cepe) dan rumah kapitan. Masing-masing kawasan memiliki orientasi ke arah sungai (waterfront) lengkap dengan dermaganya. Dari keempat kawasan, hanya dermaga di Pasar Lama yang sudah tidak dapat dilihat lagi jejaknya. 












Kecap khas Tangerang yang terkenal. Kabarnya orang Tangerang tidak mau menggunakan kecap dari merk lain selain Kecap Cap Benteng.







Buah Kawista yang sudah langka, masih dijual disini











Asinan sayur khas Tangerang













segarnya teripang yang baru saja datang

selalu ingin masak setiap melihat hasil laut kita yang segar!

Shark-fin Soup, anyone?







Saya menemukan banyak makanan khas peranakan Cina-Tangerang di pasar ini. Salah satu yang menarik adalah Laksa Tangerang. Yang membuat laksa ini begitu unik adalah karena adanya kacang hijau yang dimasak bersama kuah laksa yang berwarna coklat kemerahan. Kemudian ada juga penjual Arem-Arem yang terkenal karena selalu menerima ratusan pesanan. Arem-Arem disini pun berbeda cita rasanya, isinya adalah daging ayam cincang yang dimasak kecap. Saya hari itu bersama Sumi yang sedang liputan dengan Metro Xin Wen menjelajahi Pasar Lama dan melakukan icip-icip kuliner disini. 









4 comments:

  1. bener-bener pasar tradisonal yang menjaga kelestarian makanannya...
    kyak'a bisa neh mampir ketangerang untuk sekedar jajan dsitu...
    btw buat yang mau cari jajan kebandung bisa loh buka2 dulu BandungReview.com :)

    ReplyDelete
  2. sebenarnya, masih banyak, yang khas di sana, agak diluar pasar sedikit, misalnya bakmi b2, nui pau, dan aneka kue tradisional

    ReplyDelete
  3. Halo :) Saya mau kenalin produk keren nih. Namanya Kemasan Makanan Greenpack. Kemasan ini cocok untuk para pengusaha makanan yang ingin membranding kemasan untuk tujuan branding. Karena dengan Greenpack Anda tidak dikenakan biaya cetak tambahan untuk branding.

    ReplyDelete